Teacher's Best Practices: Pembelajaran Sastra dan Pembelajaran Bermakna

SURABAYA (30/3/2016). Kegiatan Teacher’s Best Practices UNESA kembali digelar di Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris UNESA. Mengusung tema sensitivitas di kelas bahasa, forum akademik yang diikuti oleh para guru dan praktisi bahasa Inggris ini dihadiri sekitar 35 peserta dari berbagai institusi. Ada dua penyaji pada Best Practices edisi Maret 2016 kali ini.

Pembicara pertama pada Best Practices UNESA kali ini berbagi strategi pengajaran sastra di kelas bahasa Inggris, khususnya di sekolah menengah. Satu hal yang menarik adalah strategi penyederhanaan karya sastra sehingga dapat dipahami oleh para siswa SMA. Pembicara selanjutnya adalah pentingnya pembelajaran bahasa Inggris dengan membawa realia ke dalam kelas. Hal ini sangat erat kaitannya dengan pembelajaran bermakna yang sebagaimana telah terbukti membantu siswa mengalami proses pembelajaran yang bermakna.

Acara Best Practices UNESA saat itu dihadiri oleh 50an peserta yang terdiri dari guru bahasa Inggris di Surabaya dan sekitarnya serta beberapa mahasiswa Program Pascasarjana. Acara siang itu dibuka oleh Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris UNESA Pratiwi Retnaningyah, Ph.D. Sebagai Ketua Jurusan Bu Pratiwi memaparkan beberapa hal di antaranya pencanangan program Gerakan Literasi Sekolah oleh Dikdasmen Kemendikbud. Hal lain yang disampaikan yakni adanya persiapan agenda akademik tahunan The 2nd English Teacher’s Conference yang akan dilaksanakan pada akhir tahun ini.

Best Practices UNESA edisi selanjutnya akan dilaksanakan pada bulan Mei 2016 dengan menghadirkan dua pembicara yakni Ibu Th. Kumalarini tentang Kurikulum 2013 dan seorang guru yang mengajar bahasa Inggris di daerah pelosok. *SB