JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INGGRIS UNESA

Sekilas Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris UNESA

Category: sekilas prodi Written by Guk Sueb Hits: 8696

Sejarah Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris

Sejarah perkembangan Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris (dulu Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris), Universitas Negeri Surabaya atau dikenal dengan UNESA (dulu IKIP Surabaya) tidak lepas dari sejarah awal berdirinya UNESA. Jurusan Bahasa dan Satra Inggris  telah menjadi jurusan yang sudah ada sejak awal didirikannya UNESA. Berdiri sejak tahun 1963, jurusan ini didirikan sebagai upaya meningkatkan kemampuan akademik tenaga pengajar pada kursus B-I Bahasa Inggris.

Pada awal pertumbuhannya, jurusan ini ditangani oleh Drs. Budi Darma. karena pada waktu itu beliau adalah satu-satunya sarjana Sastra Inggris. Kemudian datang lagi tenaga sarjana lain seperti Dra. Thea Susetia Kusumo dan Drs. Mas Moelyono. Mereka bersama-sama tenaga pengajar dari B-I telah mulai mengelola Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Rintisan ini membawa hasil sebab secara formal dosen-dosen B-I maupun guru-guru yang telah di-upgrade menunjukkan kemampuan yang meningkat.

Mahasiswa pertama jurusan ini pada umumnya berasal dari mereka yang sudah bekerja. Namun demikian, mereka tidak mengalami kesulitan dalam bekerja sama dengan para dosen senior. Apabila dibandingkan dengan mahasiswa sekarang (lulusan SMA), mahasiswa angkatan pertama umumnya telah memiliki pengetahuan yang lebih matang.

Pada mulanya tempat perkuliahan Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris berlokasi di kompleks Jalan Kayun Surabaya. Hingga akhirnya pada tahun 1971, Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris bersama dengan IKIP Surabaya menempati kampus baru di Ketintang.

Pada tahun 1998, sebagai bagian dari pengembangan kampus UNESA, beberapa fakultas dipindahkan dari UNESA Kampus Ketintang ke UNESA Kampus Lidah Wetan di wilayah Surabaya Barat, termasuk salah satunya adalah Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris yang di bawah naungan Fakultas Bahasa dan Seni.

Kurikulum yang digunakan di Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris mengalami berbagai transformasi. Pada mulanya, Jurusan menggunakan sistem kenaikan pangkat. Dengan demikian penyaringan menjadi lebih baik karena mahasiswa yang tidak memenuhi persyaratan tidak naik. Kurikulum ini lebih menitikberatkan bidang keterampilan berbahasa Inggris baik secara lisan maupun tulis. Pembaruan kurikulum yang terjadi pada tahun 1979 dengan struktur program yang terdiri atas mata kuliah dasar umum (MKDU), dasar kependidikan (MKDK), proses belajar mengajar (MKPBM), Bidang Studi Mayor dan Minor, menyebabkan kemampuan dan keterampilan berbahasa Inggris menjadi kurang mantap. Sejak tahun 1986, kurikulum Bahasa Inggris boleh dikembangkan sendiri. Yang menjadi pusat pemikiran adalah bagaimana agar porsi bahasa Inggris lebih banyak dengan menghapus program minor serta mengurangi mata kuliah PBM, MKDU, dan MKDK.

Tahun 1998, sebagai bagian dari perkembangan perguruan tinggi dari institut keguruan menjadi universitas, Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris membuka Program Studi Sastra Inggris. Sejak itu, perubahan kurikulum terus berkembang seiring dengan perkembangan kebijakan pemerintah dan standar nasional pendidikan tinggi (SNPT). Saat ini Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris sedang mengembangkan dan mulai menerapkan Kurikulum KKNI, yang menitikberatkan pada kemampuan bahasa Inggris, IPTEKS, kognitif, psikomotorik, dan afektif.

 

Tokoh-tokoh ternama dari Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris UNESA:

Prof. Dr. Budi Darma, M.A.: Sastrawan, guru besar dan mantan Rektor UNESA

Dr. Santiko Budi: Pakar Linguistik Bahasa Inggris

Prof. Dr. Susanto, M.Pd.: Guru Besar bidang Asesmen dan Evaluasi Pendidikan Bahasa Inggris

Prof. Dr. Lies Amin Lestari, M.A.: Guru Besar bidang Bahasa Inggris

Th. Kumalarini, M.Pd.: Pakar Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Inggris

 

Sasaran Mutu

Sasaran Mutu Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris sejalan dengan rencana strategis Universitas Negeri Surabaya dan Fakultas Bahasa dan Seni, sebagai berikut:

  1. Melakukan peninjauan dan pemutakhiran kurikulum secara berkala sesuai dengan kebutuhan stakeholder.
  2. Meningkatkan kompetensi, kualifikasi, rasio kecupukan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan secara terencana dan berkelanjutan.
  3. Meningkatkan mutu proses seleksi penerimaan mahasiswa serta layanan kemahasiswaan untuk menghasilkan profil mahasiswa yang berkompeten sesuai dengan bidang yang ditekuni.
  4. Meningkatkan kualitas pembelajaran melalui perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut dengan didukung strategi yang terencana dan terukur.
  5. Menciptakan suasana akademik yang kondusif dalam rangka mendukung Tridarma Perguruan Tinggi.
  6. Mengelola keuangan secara prosedural, transparan, dan akuntabel.
  7. Menyediakan dan meningkatkan akses serta pendayagunaan sarana prasana yang sesuai dengan kebutuhan civitas akademika.
  8. Menyediakan layanan komunikasi dan informasi yang terintegrasi bagi civitas akademika.
  9. Meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitiaan/karya seni mahasiswa dan dosen berikut publikasinya baik di tingkat nasional maupun internasional.
  10. Meningkatkan kuantitas dan kualitas pengabdian kepada masyarakat.
  11. Meningkatkan kuantitas dan kualitas kerja sama dengan stakeholder baik dari dalam maupun luar negeri.
  12. Meningkatkan sistem tata kelola lembaga (perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi)